Presiden Kukuhkan 1.921 Pamong Praja Muda IPDN

By Admin

nusakini.com--Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengukuhkan 1.921 calon Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk program Diploma IV dan Strata 1, Senin (8/8). 

Calon pamong praja muda IPDN itu sebelumnya telah diwisuda bersama lulusan Strata 2, lulusan Program Profesi Kepamongprajaan, serta Program Doktor Ilmu Pemerintahan di IPDN pada Minggu (7/8/2016). 

"Sebanyak 1.921 orang calon Pamong Praja Muda, kader pemerintahan yang telah dibekali materi Revolusi Mental dan telah siap untuk dilantik oleh Bapak Presiden RI sebagai Pamong Praja Muda dan Kader Pelopor Revolusi Mental," ujar Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo melalui keterangan tertulis. 

Selain mengukuhkan lulusan IPDN, Presiden Jokowi juga meresmikan patung Presiden Pertama RI Soekarno selaku pendiri IPDN pada 1956. 

Tjahjo berharap, lulusan IPDN memiliki tiga kompetensi khusus, yakni kompetensi teoritik ilmu pemerintahan, kompetensi empirik, dan kompetensi legalistik. 

Ia mengatakan, ketiga kompetensi tersebut ditanamkan melalui proses pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan. 

"Termasuk di dalamnya melalui proses semangat Revolusi Mental," kata Tjahjo. 

Semangat revolusi pun dicanangkan mulai dari proses rekrutmen. Kini penataan pola rekrutmen di IPDN dilakukan secara online untuk menghindari kecurangan. 

Untuk itu, Kemendagri melibatkan sejumlah instansi, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi, Kementerian Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Dinas Kesehatan, hingga Pemerintah Daerah. 

Tjahjo menilai, perlu adanya penataan pola karir bagi Pamong Praja Muda yang menjamin kepastian siklus karirnya. Saat ini, Kemendagri tengah merancang pola karir bagi lulusan Pamong Praja Muda. 

Dengan demikian, kata Tjahjo, mereka dapat mengawali kariernya dan bekerja fokus untuk mengabdi pada tempatnya bekerja nanti. 

Ia berharap, para lulusan IPDN dalam bekerja maksimal dan profesional di mana pun mereka ditempatkan. 

"Seluruh Lulusan IPDN harus siap ditempatkan di seluruh wilayah Kecamatan di seluruh Indonesia," kata Tjahjo.(p/ab)